Tips Ampuh(n) Menembus Jalur Bekasi - Jakarta

6 Jun 2012

Kemarin saya puji-puji kombinasi contraflow dan pengalihan arus di traffic light Kuningan-Gatsu berdampak signifikan. Namun ternyata efeknya cuma sementara, seperti saat awal penerapan pembubaran pintu jatibening. Semua hanya bermuara pada pemindahan lokasi macet saja.

Jika dulu titik macet dimulai dari tanjakan pisah jalur Priok dan Cawang, kini kendaraan sudah merayap sejak keluar gerbang bayar tol halim. Ini berkat kontribusi keberhasilan sosialisasi jalur kontraflow di depan Carrefour MT Haryono.

Kendaraan berlomba menuju jalur kanan, bahkan yg baru keluar dari Gerbang Tol (GT) Halim pintu paling kiri. Sudah gitu, sampai di pangkal jalan MT Haryono, kendaraan dari arah Bogor dan Priok yg mengarah Semanggi ikut berdesakan-desakan ke jalur kanan. Jadinya asyik banget dah. Trayek GT Halim Menara Saidah, kalau bisa tembus dalam setengah jam sudah sangat beruntung. Meski setelah itu bisa cukup lancar sampai jelang Pancoran.

Namun justru masalah timbul dari solusi ini. Kendaraan yang melintas jalur tol reguler di depan Pancoran adalah kendaraan-kendaraan terpilih yang sebagian memang hendak keluar pintu Pancoran antaupun Kuningan. Akibatnya bisa ditebak, antrean keluar pintu Kuningan, yang sebelum penerapan Contra Flow jarang menyentuh papan 500 M, sekarang ini bahkan sudah mengular sejak turunan flyover Pancoran. Akibatnya bisa ditebak, waktu tempuh menjadi sangat lama.

Namun jangan khawatir, saya punya solusi jitu untuk menembus permasalahan tersebut. Sebuah keahlian survival dari orang yang tertempa kerasnya kehidupan di kota Jakarta ?.

Kunci utamanya adalah kembali jalur lama ditempuh agar bisa lebih pasti menembus Kuningan: yaitu dengan memutar ke Semanggi, dengan memanfaatkan Contra Flow. Namun pastikan kendaraan Anda lolos 3 in 1.
Caranya begini:
Keluar GT Halim, pasrah ikuti jalur macet sampai melewati tanjakan MT Haryono, usahakan selalu ambil jalur kanan agar tidak sulit nanti saat mau pindah jalur Contraflow. Ingat, dari sini antrean untuk masuk Contra Flow sudah mengular.

Trik Nakal:

  • Keluar GT Halim langsung ambil jalur terkiri, masuk ke jalur arah Priok. Namun begitu sampai ujung percabangan Priok Semanggi, segera mendesak ke sisi kanan. Estimasi penghematan waktu: 5 menit.
  • Ambil jalur bahu jalan sampai jelang pangkal jalan MT Haryono dan langsung sodok ke jalur kanan. Estimasi penghematan waktu: 5 menit.

Masuk Jalur Contra Flow, ikuti arus sampai keluar pintu Contra Flow selepas LIPI, kemudian keluar tol melalui Exit Komdak. Putar arah melalui under pass Semanggi dan ambil jalur balik ke arah Kuningan.
Trik Nakal:

  • Setelah bertemu dengan arus dari Bogor/ Priok, segera ambil jalur paling kiri, kalau perlu ambil bahu jalan, karena relatif lancar. Tetap waspada sampai di kejauhan terlihat papan penunjuk 200 meter masuk jalur Contra Flow, segera pepet ke kanan. Begitu menyentuh papan 200 meter, segera desak antrean sehingga bisa masuk jalur antrean Contra Flow. Tutup telinga jika terdengar klakson kencang dari mobil yang kita serobot. Estimasi penghematan waktu: 15 20 menit.

Sampai depan Patra Jasa, ambil antrean di sisi kiri untuk berbelok kiri setelah melewati Balai Kartini. Tembuslah jalur kuningan melalui jalur ini.
Trik nakal:

  • Ambil jalur busway dan keluar antrean setelah melewati Patra Jasa dan langsung desak ke kiri. Trik ini sering dilakukan oleh Kopaja dan teman-temannya. Estimasi penghematan waktu: 5 10 menit.

Trik-trik nakal tersebut bisa menghemat waktu antara 20 45 menit, bergantung keberanian, kenekatan dan keberuntungan Anda. Namun prinsip investasi berlaku di sini. Semakin besar Potensi keuntungan maka semakin besar pula potensi kerugian.
Kerugian yang bisa diderita:

  1. Senggolan dengan kendaraan lain. Estimasi kerugian waktu: tidak terhingga sampai selesai berdebat atau ganti rugi.
  2. Ditangkap polisi. Estimasi kerugian waktu: tidak terhingga, bergantung keahlian bersilat lidah.
  3. Penyok dan bonyok. Penyok kalau senggolan, dan bonyok kalau yang disenggol nggak terima.

Maka, implementasi dari trik-trik nakal tersebut saya serahkan ke para pembaca, saya tidak bertanggung jawab atas segala akibatnya.
Saya sendiri lebih memilih pasrah, menikmati konsekuensi memiliki tempat tinggal yang jauh dari Jakarta. Berdamai dengan nasib.


TAGS macet jalur neraka


-

Author

Follow Me