Peringatan Bahaya Itu Terbukti Juga

24 May 2012

Sebelum keberangkatan, pihak GIZ Afrika Selatan telah memberi warning kepada kami untuk berhati-hati selama di Afrika Selatan. Masalah keamanan menjadi faktor kritis di situ. Bepergian tidak boleh sendirian, sebaiknya berdua atau berada dalam grup. Barang-barang disimpan di tempat yang aman. Peringatan itu akhirnya terwujud menjadi pengalaman pahit yang dialami salah satu rekan kami. Sebuah noda yang mencoreng kebahagiaan kami setelah seharian dijamu kolega dari Afrika Selatan berkeliling Johannesburg.

0b6ac6ae0249f7f024715d22a5172a4e_dsc02984

Hari terakhir itu, 11 Mei 2012, seharusnya berakhir indah setelah Mellinda yang ditemani suami dan gadis kecilnya, beserta Alfred mentraktir kami seharian mengunjungi beberapa tempat di Johannesburg. Sebagian besar dari kami kembali ke Indonesia pada malam hari, namun beberapa teman masih akan meneruskan perjalanannya ke Cape Town. Bagi kami yang kembali ke Jakarta, memori itu tetap terasa indah, sampai saat kami menginjakkan kaki di Soekarno-Hatta dan menyalakan telepon genggam, muncul email dari rekan kami yang masih berada di Johannesburg, dan membuat kami turut terluka.

Kemarin setelah rombongan Indonesia berangkat ke airport, saya mengalami musibah. Sesampainya di kamar, kami lihat pintu teras belakang terbuka dan setelah kami cek handphone saya 2 buah dan laptop hilang. Alhamdulillah dompet beserta isinya dan passport masih utuh.

Hari terakhir itu kami kembali menginap di Court Yard Rosebank Hotel. Sebuah hotel yang dilengkapi pintu gerbang besi yang otomatis bisa membuka dan menutup sendiri. Namun demikian, memang pengamanan di dalamnya terasa longgar. Entah, apakah ada CCTV atau tidak, saya kurang memperhatikan. Namun, hari pertama kami di tempat itu terasa baik-baik saja. Mungkin itu yang membuat kami merasa aman di hari terakhir saat harus kembali menginap di tempat itu. Dan lengah.

Bahkan saya pun merasakan kelengahan tersebut, dengan sembrono meletakkan laptop di atas meja kamar dan meninggalkannya berjalan-jalan seharian. Jika saya yang apes, kamarnya dicongkel, maka saya-lah yang akan menjadi korban tersebut.

Peringatan 'armored response' ada di setiap rumah baik kecil maupun besar, dan kawat berduri

Peringatan 'armored response' ada di setiap rumah baik kecil maupun besar, dan kawat berduri

Maka, bagi teman-teman yang akan berkunjung ke tempat itu, semoga ini bisa menjadi pelajaran berharga. Senantiasa berhati-hati, dan menyimpan barang-barang berharga ke dalam safety box yang tersedia di setiap kamar.


TAGS


-

Author

Follow Me